free hit counters
 

Wisata ‘Horor’ Jakarta: Menelusuri Ruangan Kosong dan Gelap Museum Bahari

Redaksi – Senin, 21 Jumadil Awwal 1443 H / 27 Desember 2021 11:16 WIB

Eramuslim.com – Museum Bahari adalah museum yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, yang berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa. Museum Bahari merupakan salah satu dari delapan museum yang berada di bawah pengawasan dari Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta.

Bangunan ini dulunya adalah gudang rempah-rempah di masa VOC. Selain gudang, disini juga tempat memilih dan mengepak hasil bumi lainnya. Bangunan yang berdiri persis di samping muara Ciliwung ini memiliki dua sisi, sisi barat dikenal dengan sebutan Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat (dibangun secara bertahap mulai tahun 1652-1771) dan sisi timur, disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari empat unit bangunan, dan tiga unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari.

Ada pula yang menyebut gedung ini mulai dibangun pada tahun 1718. Selain menyimpan rempah, gedung ini juga dijadikan gudang untuk penyimpanan tekstil, tembaga, timah, dan lainnya.

Pada masa pendudukan Jepang, gedung-gedung ini dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976, bangunan cagar budaya ini dipugar kembali, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

History Terbaru